Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta Tahun 2024

Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta Tahun 2024

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bersama dengan bapak/ibu guru, pegawai, staf serta personil asrama SMA Negeri 2 Lintongnihuta melaksanakan Olimpiade Kreativitas Siswa (OKSI) tingkat SMP/MTs sederajat dengan tema "Ignite Your Creation Into Action!"

Bidang lomba yang dipertandingkan pada kegiatan Olimpiade Kreativitas Siswa (OKSI) tingkat SMP/MTs sederajat tahun 2024 ini adalah sebagai berikut:

  1. Olimpiade Matematika tingkat SMP/MTs.
  2. Olimpiade Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs.
  3. Olimpiade IPA Terpadu tingkat SMP/MTs.
  4. Olimpiade IPS Terpadu tingkat SMP/MTs.
  5. Lomba Pidato Bahasa Inggris
  6. Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia

Ketentuan Umum Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta

  1. Peserta merupakan siswa jenjang SMP/MTs sederajat kelas 7 dan kelas 8.
  2. Setiap sekolah boleh mengirimkan lebih dari satu orang peserta.
  3. Peserta tidak ditentukan berdasarkan jenis kelamin (peserta boleh putra atau putri).
  4. Peserta lomba baca puisi ini adalah siswa aktif dari sekolah yang bersangkutan dibuktikan dengan menyerahkan surat tugas dari kepala sekolah.
  5. Setiap peserta membacakan dua buah puisi, yaitu puisi wajib dan puisi pilihan yang disediakan panitia (Daftar Puisi terlampir).
  6. Peserta lomba diwajibkan memakai seragam sekolah (kemeja putih dan rok/celana biru).
  7. Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp75.000,00/siswa ke rekening OSIS SMA Negeri 2 Lintongnihuta.
    No. Rek: BRI No.1096.01.008754.53.4 an. OSIS SMA Negeri 2 Lintongnihuta
  8. Setelah melakukan transfer pembayaran silahkan melakukan pendaftaran secara online melalui link berikut: Pendaftaran OKSI 2024 Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia SMAN 2 Lintongnihuta.

Ketentuan Khusus Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta

Pelaksanaan lomba terdiri dari Babak Penyisihan (online) dan Babak Final (offline)

  • Babak Penyisihan (Online)
    1. Babak penyisihan dilakukan melalui daring (online).
    2. Peserta membacakan puisi wajib dan satu puisi pilihan. (Daftar Puisi terlampir).
    3. Ketika membacakan puisi, peserta tidak boleh menggunakan alat pengiring, baik yang dimainkan sendiri maupun yang dimainkan oleh orang lain.
    4. Karya diunggah dalam bentuk video.
    5. Pengambilan video menggunakan kamera statis dan terlihat seluruh ruang gerak pembaca.
    6. Hasil rekaman audio visual harus terdengar, terlihat jelas, dan tidak boleh direkayasa/diedit.
    7. Format file video adalah MP4 (HD dengan resolusi 720p).
    8. Nama file mencakup unsur berikut: Nama lengkap peserta, nama sekolah, dan Kabupaten/Kota.
      Contoh: Benget Purba_SMPN 1 Doloksanggul_Kabupaten Humbang Hasundutan
    9. Peserta WAJIB mengunggah video baca puisi di platform media sosial : YouTube, (akun peserta tidak boleh di-private).
    10. Tautan link video YouTube dimasukkan ke form pendaftaran Pendaftaran OKSI 2024 Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia SMAN 2 Lintongnihuta
    11. Peserta yang tidak mempunyai akun media sosial, bisa menggunakan akun guru atau akun orang tuanya untuk pendaftaran.
    12. Hal – hal yang tidak sesuai terkait petunjuk teknis maka akan didiskualifikasi.
  • Babak Final (Offline)
    1. Babak Final dilakukan melalui luring (offline) di SMA Negeri 2 Lintongnihuta.
      Hari/ tanggal : Sabtu, 24 Februari 2024
      Peserta Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia sudah sampai di SMA Negeri 2 Lintongnihuta paling lambat pukul 12.00 WIB.
    2. Peserta adalah lima finalis hasil seleksi pada tahap penyisihan.
    3. Peserta membacakan puisi wajib dan satu puisi pilihan. (Daftar Puisi terlampir).
    4. Pembacaan puisi dari awal hingga akhir sepenuhnya dilakukan di panggung.
    5. Peserta tidak diperbolehkan menambahkan, dalam bentuk nyanyian dan/atau pengulangan larik/bait tertentu, atau mengurangi puisi yang dibacakan.
    6. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu apa pun, baik berupa iringan musik maupun alat bantu lainnya, seperti topeng atau kostum kecuali teks puisi yang akan dibacakan.
    7. Peserta mengenakan kostum yang mengandung unsur kedaerahan (bukan pakaian tradisional) dengan memperhatikan unsur etika, kesopanan, dan kenyamanan saat membacakan puisi.
Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta

Lomba baca puisi dinilai berdasarkan 4 (empat) kriteria di bawah ini:
Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta Tahun 2024

Puisi Wajib Lomba Baca Puisi OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta

Rendra
SAJAK RAJAWALI

sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana

rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka


Puisi Pilihan Lomba Baca Puisi OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta

  1. Sapardi Djoko Damono
    Ziarah

    Kita berjingkat lewat
    jalan kecil ini
    dengan kaki telanjang; kita berziarah
    ke kubur orang-orang yang telah melahirkan kita.
    Jangan sampai terjaga mereka!
    Kita tak membawa apa-apa. Kita
    tak membawa kemenyan atau pun bunga
    kecuali seberkas rencana-rencana kecil
    (yang senantiasa tertunda-tunda) untuk
    kita sombongkan kepada mereka.
    Apakah akan kita jumpai wajah-wajah bengis,
    atau tulang belulang, atau sisa-sisa jasad mereka
    di sana? Tidak, mereka hanya kenangan.
    hanya batang-batang cemara yang menusuk langit
    yang akar-akarnya pada bumi keras.
    Sebenarnya kita belum pernah mengenal mereka;
    ibu-bapak kita yang mendongeng
    tentang tokoh-tokoh itu, nenek moyang kita itu,
    tanpa menyebut-nyebut nama.
    Mereka hanyalah mimpi-mimpi kita,
    kenangan yang membuat kita merasa
    pernah ada.
    Kita berziarah; berjingkatlah sesampai
    di ujung jalan kecil ini:
    sebuah lapangan terbuka
    batang-batang cemara
    angin.
    Tak ada bau kemenyan tak ada bunga-bunga;
    mereka telah tidur sejak abad pertama,
    semenjak Hari Pertama itu.
    Tak ada tulang-belulang tak ada sisa-sisa
    jasad mereka.
    Ibu-bapa kita sungguh bijaksana, terjebak
    kita dalam dongengan nina-bobok.
    Di tangan kita berkas-berkas rencana,
    di atas kepala
    sang Surya.

  2. Djawastin Hasugian
    Fajar pun Telah Menyingsing

    Ciumlah bumi kekasih
    ciumlah pantai, dengar indah syair di pasir putihnya
    Hiruplah udara, rasa nikmat suling angin di rumput hijaunya
    Ialah bumi tempat kita menggenangkan air mata
    Ialah bumi tempat kita menangiskan segala tangis
    Tempat aliran segala duka dan sengsara.
    Sinar matahari kan tiba
    Bersama pagi cerah yang gembira
    Datanglah ia harapan lama
    Datanglah ia idaman lama
    Lihat, langit telah memerah
    Dan kita bukakan fajarnya.
    Nelayan-nelayan pada berdendang turun ke lautan
    Bapak-bapak tani setia pada turun ke ladang
    Ternak-ternak merumput di luas hijau rumputan
    Buruh-buruh angkat barang sibuk di pelabuhan
    Ibu-ibu berdendang sayang, tidurlah anak tidurlah intan
    Tidurlah sayang tidurlah biji mata, pagi cerah kan tiba
    (Kehidupan yang sibuk Kehidupan yang hidup)
    Pagi cerah, pagi yang indah hidup menggelora
    Semua kita bekerja, bekerja! Untuk kedamaian keluarga-keluarga
    Tetaplah cium bumi kekasih
    Tetaplah hirup cinta hidup di udaranya
    Pagi cerah, pagi yang manis kan tiba
    Pagi yang untuknya segala tangis
    Pagi yang untuknya kita tahankan kegelapan panjang.
    Akan datang juga pasti ia tiba
    Pagi di mana hidup benar-benar sibuk
    Pagi di mana hidup benar-benar hidup.
  3. Toto Sudarto Bachtiar
    Pada Sangkala

    Akan selalu terdengar keluh panjang terhadapmu
    Gangguan yang selalu membatas arwah kami
    Akan selalu terdengar kutuk hina terhadapmu
    Karena bersekutu dengan yang kami benci

    Mana ada sempat, bicara dengan diri sendiri
    Kapan akan terdengar suara jiwa, suara sanubari
    Kepunyaanku, kepunyaan mereka bersama
    Kami sesak karena jangkauan tanganmu

    Bila kita terjebak olehmu
    Kami tak sempat memilih kata pisah sebaik-baiknya
    Begitu terang jalan yang menuju keruntuhan
    Begitu kelam dunia yang kami hadapi

    Kau tak tahu bagaimana merasakan
    Tingkat demi tingkat di atas tangga
    Talu-bertalu paku yang menembus tubuh
    Apa arti darah dan gairah hidup

    Seandainya kamu tak ada di dunia kami
    Kamipun tak tahu dimensi keempat dan jalan
    Tapi akan selalu terdengar olehmu
    Keluh panjang dan kutuk yang paling hina.
  4. LK Ara
    Tak Ada Lagi
    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali merasakan sinar bulan
    Yang dingin oleh rindu

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali mendengar rintih angin
    Di air danau

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali memandang kuburan tua
    Tempat istirahat nenek moyangku

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali menyaksikan embun turun
    Membasuh wajah rakyatku

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali merasakan gema doa
    Dari orang yang menderita
    Doa yang membumbung ke langit
    Bersatu dengan awan
    Bersatu dengan matahari
    Lalu turun ke bumi
    Mendatangi rumahmu
    Memberi salam padamu
    Masuk ke hatimu
    Bicara tentang keadilan

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Tak ada lagi
    Kecuali bekas masa kanak-kanak
    Yang tertutup debu

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Kecuali melihat bayang sejarah
    Perlahan tenggelam
    Tak tertulis

    Tak ada lagi yang kucari di sini
    Tak ada lagi
    Selain menyaksikan kasih-Mu
    Yang terus menyirami bumi

Jika ada yang ditanyakan atau informasi yang kurang jelas, bisa dichat melalui WhatsApp (WA) Ibu Herti Lumban Gaol, S.Pd (085370350370).

Demikian informasi yang bisa kita bagikan, terkait dengan Ketentuan Umum dan ketentuan khusus Lomba Baca Puisi Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Sederajat OKSI SMA Negeri 2 Lintongnihuta Tahun 2024. Terima Kasih.

Posting Komentar

Posting Komentar